skip to main |
skip to sidebar
Kami punya kenalan orang keturunan Indonesia yang tinggal di
Belanda. Perkenalan itu karena temannya teman saya (bingung) menitipkan oleh –
oleh ke tantenya. Namanya adalah tante Ineke. Tante Ineke selalu mengajak
temannya tante Elisabeth untuk ketemu kami. Ayah tante Ineke adalah angkatan
laut Belanda yang berasal dari Indonesia. Sedangkan ibunya berasal dari
Belanda. Pada tahun 1966 tante Ineke
datang ke Belanda bersama keluarganya. Dia tinggal di negeri Belanda
sebagai pegawai pemerintah. Untuk tante Elisabeth, masih belum sempat dibahas
untuk hari ini.



Mereka mengajak kami jalan – jalan ke kota jerman untuk
membeli coklat. Akhirnya tante Ineke mengajak kami ke kota Kleve. Di sana ada
sebuah minimarket yang menjual aneka coklat made in germany dan swiss. Harganya
lebih murah dari Belanda. Di jerman pajaknya jauh lebih murah dari Belanda. Jadi
harga barang – barang kebutuhan di Belanda dua kali dari harga di Jerman. Jadi
cukup banyak warga Belanda yang datang ke Kleve sekedar untuk belanja kebutuhan
hidup. Jaraknya hanya 1 jam dari Otterlo tempat kami menginap.
Di Kleve kami mampir di sebuah tempat wisata yang berupa
kebun bunga. Tapi sayang banget, bulan ini bukan musim bunga untuk tumbuh. Jadi
hanya sedikit yang bisa kami nikmati. Sebagai ciri khas negara Eropa, dimana –
mana banyak dengan museum di tempat wisatanya. Setelah capek berfoto – foto
akhirnya kami mampir di sebuah restoran. Kalau di Belanda bingung dengan buku
menunya karena gak paham, di sini lebih gak ngerti lagi. Untungnya tante
Elisabeth menjelaskan makanan apa yang ada di menu. Soalnya berbeda dengan
restoran di Indonesia yang tampil penuh dengan gambar. Akhirnya kami memilih untuk memakan cake. Cake di Jerman gak begitu manis dan cocok
dengan lidah saya. Tekstur makanannya sangat lembut seperti es krim.


Selepas kenyang makan cake, kami ingin mengunjungi kota yang
lain. Destinasi selanjutnya adalah Oberhausen, 1 jam dari kota Dortmun. Mobil
berhenti di parkiran Oberhausen Centrum, mall yang ada di jerman. Memasuki mall
suhu terasa lebih hangat daripada di luar. Saya mampir disebuah ritel pakaian
seperti Matahari. Ada sebuah jaket berukuran S yang menurut saya bagus. Saya
pikir kecil, ternyata size orang Eropa sama Indonesia berbeda. Badan sebesar
ini cukup memakai ukuran S. Saya belilah jaket itu memakai kartu kredit.
Hehehehe
Tante Ineke mengajak kami untuk menikmati makanan di Jerman.
Food court di mall Oberhausen Centrum dipenuhi sesak orang. Saya banyak
menemukan orang jilbab di sini. Tante Ineke memilihkan makanan yang berlabel
halal. Di Eropa untuk menikmati makanan halal, bisa di restoran Turki. Piliihan
jatuh di Mr. Chicken dan kami membeli downer ayam. Semacam makanan kebab dan
isinya adalah ayam. Porsi makanan di Eropa itu besar lo. Saya dan mbak Rizki yang
tinggal Indonesia tidak kuat untuk menghabiskan makanan itu. Mengingat nanti
jam 18.00 ada janjian makan malam dengan Chris, maka kami segera kembali ke
Hotel.
Posting Komentar